Sabtu, 31 Desember 2011

Honda CG125, Maunya Sih V-Rod

Honda CG125, Maunya Sih V-Rod

 Melihat hasil modifikasi Honda CG ini pasti sudah langsung bisa ditebak. Bahwa acuannya Harley-Davidson. "Lebih tepatnya lagi tipe V-Rod. Dibuat dengan konsep ekstrem tapi tetap enak buat turing atau dipakai harian," kata Dana Prasetyo dari bengkel Gdzh, Jombang, Jawa Timur itu. 

Sudah pasti jika ingin seperti ini, semua sasis harus dibuat ulang. "Bagian frame yang tersisa hanya nomor rangka," kekeh Dana. Model dan desain pipa rangka sudah pasti mencoba meniru produksi H-D V-Rod.

"Menggunakan pipa diameter 3/4 inci," lanjut pria yang juga biasa disapa Dana Gondez ini. Ukuran seperti ini paling pas secara dimensi motor, selain itu tentu saja kekuatannya bisa dipercaya.

Tapi, tidak gampang ternyata, malah inilah proses tersulit. "Sebab rangka itu punya banyak tekukan seperti di tangki dan jok. Untuk ngeroll seperti itu tidak gampang," tegasnya.

Apalagi harus membuat sama antara rangka kiri dan kanan. "Sampai butuh tiga kali untuk ngerollnya, bikin capek," ceritanya lagi.

Sudah pasti setelah proses rangka selesai, keletihan tadi hilang. Dilanjut proses berikutnya, membuat tangki. Bentuknya juga mengikuti punya V-Rod. "Dibuat dari pelat galvanis 0,9 mm dan bentuknya sederhana kok. Hal yang terpenting bisa mengikuti aslinya," kata pemilik bengkel di Jl. Gubernur Surya, Blok B, No. 17, Jombang, Jawa Timur ini.

Jika urusan bodi sudah selesai, perlu membuat kaki yang seimbang dengan konsep. Jika menggunakan aslinya di rasa kecil. masak H-D kakinya kurus, ya enggak pas dong.


Untuknya, Dana punya stok limbah dari Yamaha Genesis 750. "Memang limbah ini kurang populer, sehingga jarang ada yang mau. Setelah diperhatikan ukurannya cocok untuk penampilan CG yang baru ini," lanjut pria ramah ini.

Limbah moge ini yang dipakai adalah sok depan, sok belakang dan pelek. "Lebih sip karena di depan sudah double disc, jadinya keren," tambahnya.

Sedangkan untuk lengan ayunnya, ternyata Dana lebih sreg menggunakan kreasinya sendiri. "Arm model pipa ini lebih dinamis," tutupnya.

Skubek Berperan

Untuk mewujudkan tampilan layaknya sebuah H-D yang berkelas, Dana enggak melulu terpaku produk limbah atau custom. Dia harus jeli putar otak supaya dapat desain yang pas dengan teknik yang unik dan enggak pasaran.

Karena alasan itulah dia coba mencomot lampu dari Honda Scoopy. Tak hanya di depan, tapi juga untuk stop lampnya. "Saya butuh lampu yang besar di depan, selain itu juga harus berkesan modern karena V-Rod kan produk baru," cerita Dana panjang-lebar.

Lampu Scoopy yang dipilih bukan yang original. Tapi, yang variasi sudah menggunakan LED. Tentu saja ini juga membuat motor terlihat lebih mewah.   

Sedangkan untuk finishing, dipilih warna yang identik dengan H-D. Hitam dan oranye. Tambah khas lagi setelah airbrush di tangki dengan lambang dan tulisan Screaming Eagle.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money