Rabu, 22 Juni 2011

CB250RS, Setan Jalanan Era 80an

  Honda CB200 adalah varian CB kategori sport ringan yang diproduksi antara 1973 sampai 1976. Dari seri CB Twin yang meliputi CB125, CB160, CB175 dan CB200 saat itu, CB200 adalah yang terbesar dalam kapasitas mesin.

Motor ini memiliki mesin tipe OHC twin pararel dengan karburator ganda dan memakai kecepatan lima speed. Pada masa itu fitur yang digunakan sudah cukup tinggi, CB200 tersebut sudah memakai starter otomatis dan kick starter.
Medio 1970 sampai 1975 Honda merilis salah satu seri CB yaitu CB 175. Motor bersistem karburator ganda tersebut sangat populer pada zamannya. Meski hanya 50 cc lebih besar dari CB 125, namun mesin yang digendong CB 175 sudah memiliki power dan torsi yang memadai saat itu
Pada Tahun 1971 sampai 1985, Honda Motor Company memproduksi CB125s. Motor berkapasitas mesin 122 cc ini menggunakan mesin sistem OHC (overhead camshaft ). Kecepatan maksimal yang diraih pada waktu itu adalah 65mph atau sekitar 120 km/h pada 9500 rpm. Perawatan yang minim membuat tipe CB 125s ini cukup digemari hingga kini.

Di Indonesia, CB-Type ini pertama kali masuk tahun 1971 dengan kode Honda CB 100 K1. Motor tersebut masuk melalui Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sepeda motor Honda yang saat itu masih bernama PT. Federal Motor. Selain CB 100 diproduksi pula tipe dengan kapasitas mesin yang lebih besar yaitu 125cc, 175cc, dan 200 cc.
Salah satu line up CB Series setelah CB200 adalah CB250RS. Sepeda motor Honda berkapasitas 250 cc keluaran tahun 80an ini dirancang untuk penggunaan jalan raya. Dengan mesin 4 stroke, empat katup air cooled satu silinder menghasilkan tenaga sebesar 26 daya kudaCB250RS  didisain ramping dengan berat keseluruhan hanya 128 kg. Untuk meredam getaran motor sport menengah ini mengaplikasi Balancer Counter Rotating.

Pemakaian disk rem pada sistem pengereman depan dan tipe drum pada rem belakang cukup efektif mengendalikan laju motor yang sampai pada angka 150 km/h tersebut.

Masalah yang sering terjadi pada CB250RS adalah rusaknya koil pengapian di alternator. CDI juga cenderung bermasalah pada pengendaraan jarak jauh. MC.

3 komentar:

obonxlely mengatakan...

hemmmmm

Aritapi mengatakan...

>>Mantabb tu Gan..
Kalo mau poto yg langsung sma versi yg lebih gede, main aja krmah Gan..
sekalian ane numpang Narsis..:D :D

obonx mengatakan...

oky ato mau kirim foto jga bisa gan ntar tak tempel dek sini hahhahaha

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money